
Marketing Strategi Blue Bird Salah Langkah ?
Mei 25, 2007Sore ini saya membaca di detik.com jika Blue Bird bekerja sama dengan Daimler Chrysler untuk menggantikan unit mobil taksi mereka Nissan Cedric dengan Mercedez-Benz sebanyak 300 unit untuk tahap awalnya. Walah saya cukup terheran-heran dengan langkah strategi marketing yang dilakukan oleh pihak Daimler untuk bekerjasama dengan pihak BlueBird dalam pengadaan unit taksi mereka. Dimana seperti yang kita ketahui jika Mercedez-Benz merupakan sebuah brand mobil yang sangat exclusive, yang mengedepankan prestice, dan melambangkan elite di komunitas mereka. Hal seperti ini pernah juga dilakukan oleh pihak BlueBird untuk menggandeng Toyota Vios dalam pengadaan unit mobil taksi mereka, memang secara penjualan cukup significan, tetapi secara branding product saya anggap malah akan merugikan. Tapi tidak masalah buat Toyota yang merupakan sebuah mobil untuk kalangan umum di kelas menengah, tetapi saya rasa akan menjadi masalah pada Mercedez-Benz, dimana pembeli Mercedez-Benz merupakan pasar kelas atas, yang mana sangat mengutamakan gengsi dan exclusivitas.
Yang saya takutkan adalah menghilangnya exclusivitas para pengguna Mercedez-Benz. Dan dapat mengakibatkan adanya persepsi masyarakat bahwa Mercedez bukan lah mobil yang bergengsi tinggi, tentunya dengan harga yang cukup tinggi dipasaran. Harga pasaran mobil Mercedez di yakini akan jatuh, penjualan retail di masyarakat akan turun, citra Mercedez-Benz akan tercoreng.
Memang dibeberapa negara lain Mercedez-Benz sudah lama digandeng oleh pihak perusahaan taksi untuk menjadi salah satu unit mobil taksi mereka. Tetapi lain negara lain cerita, jika Mercedez-Benz berusahaa untuk meningkatkan penjualannya dengan menjadikannya menjadi taksi, saya rasa itu hal yang salah. Lebih baik jika Mercedez-Benz memberikan opsi produk yang lebih murah, sehingga dapat terjangkau dikalangan menengah, daripada mereka harus mengorbankan brand mereka sendiri.













kalau saya berpendapat begini kang, mercedez-benz lebih terkenal buka krn eksklusif nya semata, tapi karena daya tahan. mercedez-benz memproduksi berbagai kendaraan mulai dari sedan, minibus, truk sampai bis. mungkin lebih eksklusif bmw dan audy (senegara) dimana mereka tidak membuat kendaraan niaga…
sedan mercy pun bermacam2…u/ pangsa komersil spt taksi sangat dimungkinkan hanya seri c yg boleh dibeli (mungkin).
dulu vios dibeli oleh bluebird dengan harga sama dengan harga pasaran, bukan harga spesial buat armad taksi, tidak seperti vios versi thailand yakni limo
atpm disini pun tidak bisa menolak jika bluebird membeli banyak dan digunakan untuk armada taksinya…(itu yang pernah saya dengar soal vios)
armada taksi yg akan memakai mercedez-benz adalah taksi premium…segmentasinya juga jelas…u/ kalangan tertentu…mungkin para pemilik sedan2 high end yang sedang malas memakai kendaraan sendiri atau krn suatu hal kendarannya tidak bisa dipakai, atau untuk antar jemput tamu….
jadi saya rasa, langkah daimler-chrysler bekerja sama dengan blue bird adalah demi meningkatkan image bahwa sedan mereka merupakan poduk yang handal, dan itu bisa secara tidak langsund didapat dari para calon pelanggan mereka yang tentunya bukan sembarang pelanggan…
salam
ihsan
Menurut saya langkah tersebut sudah dipikirkan oleh kedua belah pihak baik MB dan BB sebelum terjadinya persetujuan. Saya kira langkah MB tidak akan mempengaruhi segmentasi mereka selama ini yang justru menurut saya justru sebaliknya akan memperkuat branding productnya karena selama ini yang dapat menimati MB (sedan) adalah kelas menengah keatas. siapa tahu dengan langkah sepeti ini para calon pembeli MB in the future sudah dapat test “duduk”(kalo tidak bisa test drive) di cabin MB milik BB sedari sekarang. hehehe…
Sedangkan untuk BB ini merupakan salah satu langkah yang sangat brilian untuk memperkuat brand imagenya, karena dengan menggandeng high-quality product seperti MB berarti mereka juga kembali menancapkan image kepada pengguna akan kualitas pelayanannya yang selama ini sangat bagus.
Taxi pakai armada Mercedez sudah banyak di negara lain, dan ternyata tidak ada perubahan persepsi publik kpd. mercedez