h1

Tidak Kompak Antara Dirjen Perhubungan Udara & PresDir Lorena Airways

Juni 5, 2007

Terkadang jika situasi sudah mendesak kekompakan antar pemain susah untuk dipertahankan, hal ini terlihat dari kepanikan Lorena Airlines sebagai “Perusahaan” dalam menghadapi tuntutan dari pemerintah untuk secepatnya melakukan pengadaan pesawat (berita dapat dilihat di “Beli atau Sewa Pesawat Laik Terbang Mahal yah ???”) dengan Dirjen Perhubungan Udara.

Seperti diberikan oleh detik.com dibawah ini,

lorena.jpg

 

PresDir Lorena Airlines bilang kalau AOC (Aircraft Operation Certificate) sudah mereka pegang, sedangkan Dirjen Perhubungan Udara bilang kalo AOC Lorena Airlines belum keluar.

So mana yang benar nih ? kayaknya sih sudah keluar duluan sebelum pesawatnya mereka adakan, cuman masih confidencial, yah nggak ? Kok antara pengusaha dan pemberi ijin nggak kompak sih ? Pasti ada apa-apa yah?

Kalau pun sudah keluar yah seharusnya PresDir Lorena Airlines nggak usah bilang kalo AOC nya sudah keluar, kan jadi lucu dimata publik. Lah wong pesawatnya belum ada apa yang mau diperiksa untuk AOC, jika sudah ada masa sih secepat itu dilakukan pemeriksaan, jika benar pemeriksaan dilakukan dengan terburu-buru oleh Dirjen Perhubungan, wah jangan-jangan pesawat yang dibeli oleh Lorena tidak diperiksa dengan cermat.

Saya hanya berharap jangan sampai ada kecelakaan pesawat terbang lagi di Indonesia mulai dari sekarang, tolong para pemengang control kelaikan pesawat yakni dephub melakukan pekerjaannya dengan benar dan teliti, jangan sampai merugikan masyarakat Indonesia.

 

6 komentar

  1. Kita tunggu saja akhir bulan ini. Yang pasti saya tahu bagaimana bobrok dan paniknya manajemen Lorena Airlines sekarang.


  2. tahu dari mana??


  3. saya termasuk kenal pribadi Ibu Eka (owner PT. Eka Sari Lorena Airlines). Saya pikir beliau terlalu cepat mengambil keputusan untuk mempublikasikan Lorena Air.
    Masyarakat membutuhkan bukti bukan janji.


  4. saya pikir kita belum bisa menilai hal yg belum kita lihat spt halnya Lorena,jadi sy masih berharap lorena bisa memberikan servis/pelayanan thd publik pengguna jasa transportasi udara melebihi dari maskapai yg sudah “ada” dan sudah bisa kita nilai tentunya.
    publik hanya bisa menilai mana yang lebih “baik” walaupun yang lebih baik masih kurang peka thd safety regulation.
    Satu hal lagi bahwa tidak dipungkiri bahwa kata “baik” tanpa disadari menurut publik saat ini adalah yang penting MURAH..
    Low cost career=low profit=low control=low safety=HIGH DEMANDS is it ironic????


  5. saya mo nyoba naik maskapai ini begitu ia sudah resmi terbang. bagaimana taste maskapai yang dikelola SDM yang selama ini bertahun-tahun jadi pengusaha bus. :) )


  6. maaf mas arif,saya pikir bukan masalah sebagai operator bus.. karena keduanya sama2 alat transportasi. tp memang utk regulasi lbh banyak ditransportasi udara. pada dasarnya sama saja! safety control tetap harus diurutan puncak baru diikuti oleh servis/pelayanan mulai dari pre flight,in flight sampai dengan post flight.. dan juga harus ditopang dgn manajemen yang baik pula,krn selama ini masih bnyk airlines yg hanya berorientasi pada load factor tanpa diimbangi sdm dan manajemen yg baik,menurut pribadi sy jika load factor tinggi HARUS diikuti dgn SDM dan Manajemen yg baik dan sehat!
    contohnya,semua orang mengetahui maskapai mana yg tiketnya murah,tapi pada saat ingin Refund harus melalui proses yg sgt rumit dgn waktu yg tdk pasti..apakah itu suatu konsekwensi dari tiket murah??? TIDAK!!! walaupun tiket itu murah, maskapai tsb WAJIB memberikan pelayanan yg terbaik kepada penumpangnya selama tidak menyalahi aturan2 dari maskapai tsb. jadi kesimpulannya saya mengharapkan ada suatu maskapai yang benar2 sempurna dan memberikan jaminan keselamatan penerbangan(walaupun semua ada di tangan Allah Swt) juga pelayanan yang lebih baik.
    trimakasih



Tinggalkan sebuah Komentar