<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ponari, sebuah fenomena mahalnya biaya kesehatan di Indonesia</title>
	<atom:link href="http://chandil.wordpress.com/2009/02/17/ponari-sebuah-fenomena-mahalnya-biaya-kesehatan-di-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chandil.wordpress.com/2009/02/17/ponari-sebuah-fenomena-mahalnya-biaya-kesehatan-di-indonesia/</link>
	<description>Merangkum sari pengalaman hidup. Sales, entrepreneurship, marketing, business, writing, proposal, critic, etc. By Pitra Ramdhani (Chandil) a Indonesian Blogger.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 04:28:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: redaksi</title>
		<link>http://chandil.wordpress.com/2009/02/17/ponari-sebuah-fenomena-mahalnya-biaya-kesehatan-di-indonesia/#comment-2776</link>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 05:22:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chandil.wordpress.com/?p=98#comment-2776</guid>
		<description>DI TENGAH BURUK DAN MAHALNYA BIAYA KESEHATAN

Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.

Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.

Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.

Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………

………………………..

………………………..

Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.

SUMBER:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DI TENGAH BURUK DAN MAHALNYA BIAYA KESEHATAN</p>
<p>Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.</p>
<p>Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.</p>
<p>Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.</p>
<p>Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………</p>
<p>………………………..</p>
<p>………………………..</p>
<p>Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.</p>
<p>SUMBER:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
