
Pernahkan anda menghadapi client atau customer yang bermasalah ? dimana client tersebut sudah kehilangan kepercayaannya dengan pelayanan perusahaan kita. Pasti anda dibuat pusing 7 keliling menghadapinya. Disini saya coba share pengalaman teman saya dalam menghadapi masalah tersebut dengan menggunakan Good Guy and Bad Guy Strategy. Mudah-mudahaan cara tersebut dapat membantu anda dalam mengembalikan kepercayaan client anda. Strategy yang dilakukan memang seperti drama, namun jika drama tersebut dapat berjalan dengan baik, maka diharapkan kepercayaan pelanggan dapat kembali. Dalam strategy ini dibutuhkan korban atau kambing hitam dimana memang sudah direncanakan terlebih dahulu. Salah satu harus ada yang menjadi Bad Guy dilihat dari sisi customer, satu lagi harus menjadi Good Guy dimata customer.
Bagaimana sih menjalankan Good Guy and Bad Guy Strategy ini, berikut sedikit penjelasannya :
Peran Bad Guy selalu berusaha bersikap negatif dengan client anda, sedangkan peran Good Guy selalu berusaha membela kepentingan client. Hal ini dilakukan untuk memindahkan kepercayaan dari orang yang satu kepada orang yang lain. Dimana jika kepercayaan sudah di dapat oleh sang Good Guy diharapkan si client dapat lebih terbuka dan dapat ikut membantu sang good guy dalam mencapai tujuan bersama.
Memang agak cukup panjang menjalankan strategy tersebut. Namun hal ini sangat perlu jika client anda sangatlah sulit untuk diajak bernegosiasi dikarenakan kepercayaan mereka sudah mulai luntur terhadap perusahaan anda.
Mau coba strategy tersebut silahkan, siapa tahu share pengalaman ini dapat membantu teman-teman sales sekalian yang sedang kebingungan menghadapi client nya.

















Kill The Competitor or Control The Competitor
Januari 2, 2009Tapi tentunya siapa sih yang ingin mempunyai saingan dalam melakukan sebuah bisnis atau usaha ? Jika kita perlu pasti kita akan berusaha untuk mematikan produk competitor kita, baik itu dari sisi persaingan harga (price), persaingan tempat usaha (location), persaingan dalam beriklan (advertising), ataupun persaingan dari sisi kualitas barang atau layanan (product and service). Hal ini dapat kita lihat dari persaingan antara beberapa perusahaan operator telekomunikasi saat ini. Dan hasilnya beberapa operator sudah mulai sekarat, dan sebentar lagi akan mati. Kill the competitor kata mereka.
Tapi ada beberapa perusahaan yang tidak membunuh competitor yang ada, mereka malah mengontrol competitor meraka. Salah satu caranya adalah dengan membeli perusahaan yang mereka rasa jadi competitor mereka, atau dengan cara melakukan sharing project dibeberapa client, atau juga dengan merger menjadi sebuah perusahaan yang kuat.
Saat ini perusahaan yang kuat secara modal, baik itu modal secara materi, relationship, knowledge, etc yang akan menang dalam persaingan. Kompetitor pasti akan mati, dibeli secara kepemilikan atau mati sekarat, karena tidak mampu bersaing.
Siapa yang kuat untuk berkompetisi dengan TELKOM, GARUDA, PERTAMINA, BCA atau BLUEBIRD…? Mereka sekarang pasti siap mengincar perusahaan kompetitor yang sudah sekarat….
Cara baru dalam persaingan bisnis…. CONTROL THE COMPETITOR AND AFTER THAT CONTROL THEM OR MAYBE KILL THEM….
Ditulis dalam Business Review, Enterpreneurship, Knowledge, Marketing Review, Marketing Tools, Mind Share, News Comment, Sales, Telecommunication Business | 4 Komentar »