Arsip untuk ‘Marketing Review’ Kategori

h1

Kill The Competitor or Control The Competitor

Januari 2, 2009

Tentunya dalam melakukan bisnis kita akan selalu bertemu dengan kata “Kompetisi”. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dalam menjalankan bisnis. Tanpa adanya kompetisi maka dapat kita sebut usaha yang kita jalani adalah sebuah bisnis monopoli yang mana dalam menjalankan bisnis di Indonesia hal tersebut dilarang karena adanya undang-undang anti monopoli yang selalu diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Tapi tentunya siapa sih yang ingin mempunyai saingan dalam melakukan sebuah bisnis atau usaha ? Jika kita perlu pasti kita akan berusaha untuk mematikan produk competitor kita, baik itu dari sisi persaingan harga (price), persaingan tempat usaha (location), persaingan dalam beriklan (advertising), ataupun persaingan dari sisi kualitas barang atau layanan (product and service). Hal ini dapat kita lihat dari persaingan antara beberapa perusahaan operator telekomunikasi saat ini. Dan hasilnya beberapa operator sudah mulai sekarat, dan sebentar lagi akan mati. Kill the competitor kata mereka.

Tapi ada beberapa perusahaan yang tidak membunuh competitor yang ada, mereka malah mengontrol competitor meraka. Salah satu caranya adalah dengan membeli perusahaan yang mereka rasa jadi competitor mereka, atau dengan cara melakukan sharing project dibeberapa client, atau juga dengan merger menjadi sebuah perusahaan yang kuat.

Saat ini perusahaan yang kuat secara modal, baik itu modal secara materi, relationship, knowledge, etc yang akan menang dalam persaingan. Kompetitor pasti akan mati, dibeli secara kepemilikan atau mati sekarat, karena tidak mampu bersaing.

Siapa yang kuat untuk berkompetisi dengan TELKOM, GARUDA, PERTAMINA, BCA atau BLUEBIRD…? Mereka sekarang pasti siap mengincar perusahaan kompetitor yang sudah sekarat….

Cara baru dalam persaingan bisnis…. CONTROL THE COMPETITOR AND AFTER THAT CONTROL THEM OR MAYBE KILL THEM….

h1

Bagaimana Caranya Meningkatkan Ilmu Sales / Menjual

Maret 16, 2008

Beberapa hari lalu saya mendapatkan sebuah ilmu yang cukup penting dalam karir saya sebagai sales. Ilmu ini saya dapatkan dari seorang senior Account Manager dari sebuah perusahaan jasa. Saat itu saya sempat terlibat pembicaraan mengenai cara berjualan secara effektif. Ada beberapa masukkan dari teman-teman saya, dimana teknik berjualan atau gaya berjualan setiap orang berbeda-beda, tidak ada teori khusus yang dapat menggaransi teknik atau gaya tertentu pasti sukses dalam menjual.

Kesuksesan seseorang dalam menjual tergantung dari pengalaman masing-masing individu, yang mana semakin lama seseorang berkutat dalam dunia sales maka makin hebat mereka untuk berjualan. Tetapi tentunya masing-masing individu memiliki kecepatan sendiri dalam mempelajari pengalaman-pengalaman salesnya.

Ada ilmu yang penting yang saya tangkap dalam perbincangan saya dengan teman saya (Senior AM), dia mengatakan jika “Semakin banyak seorang sales bertemu dengan orang, maka semakin banyak pula ia mendapatkan cara untuk menjual”. Setelah saya fahami maksud dari kata-kata tersebut maka saya dapat menyimpulkan jika ingin menjadi seorang sales yang hebat maka dibutuhkan banyak komunikasi dengan berbagai macam orang. Teknik atau gaya menjual kepada setiap orang atau perusahaan berbeda-beda, namun tentunya dapat dibagi menjadi beberapa cara dalam menjual. Jika kita pernah menjual sesuatu kepada orang yang memiliki sifat yang tidak mau kalah, maka suatu saat jika kita bertemu dengan orang yang mempunyai sifat tersebut kita pasti dapat mengatasinya, karena kita mempunyai pengalaman dalam menjual sesuatu kepada orang yang mempunyai sifat tersebut.

Gaya menjual kepada organisasi atau perusahaan pemerintah tentu berbeda caranya dengan cara kita berjualan kepada organisasi atau perusahaan swasta, tentunya beda juga cara berjualan kepada perusahaan yang mempunyai culture Jepang dengan perusahaan yang mempunyai culture US ataupun eropa.

Gaya berjualan dengan perusahaan pemerintah biasanya lebih kepada pendekatan secara personal, sedangakan gaya berjualan dengan perusahaan swasta biasanya lebih kepada pendekatan secara profesional.

Dari beberapa contoh diatas maka ilmu “Semakin banyak seorang sales bertemu dengan orang, maka semakin banyak pula ia mendapatkan cara untuk menjual” itu saya sangat setuju sekali. Jadi jika anda ingin menjadi seorang sales yang hebat maka sering-seringlah anda bertemu dengan berbagai macam karakter orang, sehingga kita tahu bagaimana menghadapi karakter-karakter orang tersebut. Semoga ilmu tersebut dapat bermanfaat. Happy selling.

h1

Kata2 Ampuh yang Sering di Ucapkan Sales

Januari 31, 2008

Jika kita simak pembicaraan seorang sale, maka ada beberapa kata yang sering mereka gunakan dalam berdiskusi, bernegosiasi, ataupun dalam menawarkan sesuatu kepada pihak Customer, beberapa diantaranya adalah sbb:

1. Baik Pak/Bu

Biasanya kata-kata ini digunakan untuk menghormati si customer dimana si Sales sudah mengerti dengan informasi yang telah diberikan oleh si customer.

Contoh :

“Baik Pak/Bu, nanti akan segera kami koordinasikan”
“Baik Pak/Bu, saya akan segera laksanakan apa yang telah menjadi tugas saya”
“Baik Pak/Bu, saya mengerti”

2. Terima Kasih Pak/Bu

Biasanya kata-kata ini digunakan untuk menjunjung tinggi atas effort yang telah diberikan si Customer kepada si Sales

Contoh:

“Terima Kasih pak/bu, atas kritik nya yang sangat membangun”
“Terima Kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami”
“Terima Kasih banyak atas kerjasamanya selama ini”

3. Maaf Pak/Bu

Biasanya kata-kata ini digunakan oleh Sales jika ia ingin memperoleh apa yang mereka inginkan dengan cara membuat sang customer merasa tidak enak hati dan ber-empati.

Contoh :

“Maaf pak/bu, apakah saya menggangu waktu bapak saat ini”
“Mohon maaf pak/bu atas kejadian kemarin, saya berharap kedepannya hal tersebut tidak terulang kembali”
“Mohon maaf pak/bu, bukan maksud saya untuk menggurui bapak/ibu, tetapi menurut hemat saya produk tersebut sangatlah bermanfaat,…….”

Kata-kata yang digunakan si Sales biasanya adalah kata-kata yang berartikan positif seperti contoh lainnya adalah, bagus, baik, dan setuju. Tujuannya adalah si Customer akan terbawa kepada hal-hal positif terhadap produk atau informasi yang diberikan kepada si Customer.

Silahkan anda simak pembicaraan Sales dalam berdiskusi atau berkomunikasi dengan kita, terbukti tidak…..? Silahkan dicoba….

h1

Menjadi Bos Lebih Daripada Bos Anda

Januari 31, 2008

Lah gimana caranya ? Sederhana kok, saya dapat ilmunya dari salah satu teman baik saya, anggaplah namanya “Jawir”. Jawir adalah pegawai baru disebuah perusahaan swasta, dihari pertama dia bekerja dia mempunyai sebuah target pribadi yang harus dia penuhi secepatnya selama kurang lebih 1 bulan. Target tersebut adalah “menaklukkan” (itu bahasa dia) orang-orang yang ada dilingkungan tempat dia bekerja, dimulai dari tukang parkir, satpam, cleaning services sampai dengan teman-teman sekantornya. Jawir terkenal dengan sifatnya yang mudah akrab dengan orang lain, dengan sifatnya yang seperti itu maka dia dapat dengan mudah akrab dengan tukang parkir dan satpam yang ada dilingkungan tempat dia bekerja. Saking akrabnya suatu saat akhirnya Jawir memperoleh tempat parkir di lobby kantor, dimana karyawan lain parkir di dalam gedung atau di gedung lain. Tidak lupa Jawir selalu memberikan uang rokok kepada teman-teman “tukang parkir” dan “satpam” nya. Maka seringlah terdengar percakapan seperti ini,

“Pak, tolong dikondisikan yah….”, kata Jawir.
“Siap bos…..”, jawab teman-teman Jawir.

Semakin akrab sampai-sampai si tukang parkir dan pak satpam sering memberikan hormat kepada si Jawir. Bos nya si Jawir belum tentu dapat parkir di lobby gedung dan tidak akan pernah mendapatkan hormat dari si tukang parkir dan pak satpam. Sampai-sampai orang-orang pada bingung, siapa sih yang bos ? si Jawir atau bosnya si Jawir ?

Mau coba cara Jawir ? Silahkan…….. siapa tau anda berhasil !

h1

Blog merupakan tempat mencari berita dan media promosi yang paling jujur saat ini

November 19, 2007

Pada saat ini berita yang kita peroleh haruslah kita cermati secara bijaksana, janganlah kita terlalu cepat menyimpulkan berita terlalu dini. Mengapa ? karena berita-berita yang ada saat ini sangatlah penuh akan kepentingan-kepentingan suatu atau beberapa pihak dan golongan, baik itu kepentingan politik, bisnis, atau kepentingan pribadi lainnya. Seperti yang anda ketahui beberapa media massa yang cukup kuat dan berpengaruh di Indonesia dimiliki oleh orang-orang yang berkecimpung didunia politik dan bisnis. Tidak ada jaminan jika mereka tidak menggunakan media tersebut sebagai salah satu media untuk mendukung mereka di dunia politik atau sebagai media untuk melakukakan promosi. Bukannya saya tidak menghormati para wartawan atau para pekerja berita. Saya hanya ingin orang Indonesia lebih cerdas lagi dalam menganalisa suatu berita yang beredar dimasyarakat. Seperti yang kita ketahui masyarakat Indonesia sangatlah mudah terhasut untuk bertindak negatif atas pemberitaan yang ada saat ini.

TV saat ini sudah penuh dengan iklan-iklan, sehingga pemirsa TV setiap hari di cekoki dengan berbagai macam produk. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa adalah target utama dari iklan-iklan tersebut. Iklan-iklan yang ada saat ini membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang konsumtif, sehingga menjadikan kita jauh dari masyarakat yang inovatif, creatif, dan edukatif. Berita-berita yang ada saat ini penuh dengan kepentingan-kepentingan politik dan bisnis. Memang tidak dapat dipungkiri Media merupakan alat yang cukup efektif untuk meningkatkan keuntungan sebuah perusahaan. Tetapi jangan salah media dapat juga dimanfaatkan oleh lawan bisnis anda untuk menghancurkan perusahaan anda.

Jadi dimana anda dapat memperoleh berita yang saat ini lebih mendekati kepada kebenaran dan kejujuran. Jawabannya adalah berita yang ada didalam Blog. Mengapa ? Karena Blog adalah suara hati dari masyarakat, blog adalah tempat masyarakat mengadu, blog adalah tempat menumpahkan harapan dan impian masyarakat. Blog bagaikan diary bagi seseorang, media mereka mencurahkan pengetahuan, pendapat, unek-unek, kritik, saran dan impian-impian mereka. Blog tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan pihak lain, blog adalah hasil dari pemikiran sebuah individu.

Saat ini setiap orang dapat dengan bebas mengutarakan pendapat dan isi hatinya secara terbuka kapada masyarakat luas tanpa perlu takut untuk dibredel.

Jika anda ingin memperoleh sebuah informasi mengenai sebuah produk anda dapat tanyakan kepada blog, sama saja dengan anda menanyakan sesuatu produk kepada teman anda yang telah menggunakannya, jadi lebih kepada testimonial dan referensi dari sebuah produk.

Jadi jangan segan-segan untuk menanyakan suatu kebenaran berita dan kebaikan sebuah produk kepada blog.