Memang sangat di sayangkan sekali jika kita harus melihat bisnis PT. Pos Indonesia berada diambang kehancuran, dimana kita ketahui kira-kira 10 tahun yang lalu PT. Pos Indonesia merupakan salah satu perusahaan publik penting di negeri ini sebagai salah satu perusahaan yang menjadi perantara masyarakat dalam berkomunikasi antara seseorang di sebuah lokasi kepada seseorang di lokasi yang lain.
Anda tentu ingat waktu beberapa tahun lalu dimana pada saat hari raya keagamaan pengiriman kartu ucapan baik itu secara organisasi atau personal sangat booming. Tentu anda ingat juga dimana pada beberapa tahun lalu dimana pak pos selalu ditunggu-tunggu oleh keluarga dimana surat merupakan salah satu alat komunikasi yang cukup murah.
Pada saat ini komunikasi sudah bergeser dari surat menyurat menjadi telekomunikasi digital, dimana fungsi surat sudah banyak tergantikan dengan menggunakan teknologi internet seperti email atau teknologi telekomunikasi seperti sms. Dimana biaya internet dan telekomunikasi semakin lama semakin murah. Hanya dengan Rp. 50 anda sudah dapat mengirim sms ke kerabat atau relasi anda ke dan dimana saja.
Bisnis yang dilakukan oleh PT. Pos adalah pengiriman surat, pengiriman wesel, pngiriman benda pos, dan sebagai perpanjangan tangan dari bank. Pada saat ini komunikasi yang bersifat pribadi lebih banyak menggunakan email atau sms, pengiriman wesel saat ini sudah mulai bergeser menjadi transfer antar bank. Sangat disayangkan PT. Pos Indonesia terlambat mengantisipasi perkembangan teknologi informasi ini. Jika dalam 5 tahun kedepan PT. Pos tidak mengambil langkah diferensiasi bisnisnya maka dapat diyakinkan perusahaan ini akan menuju ambang kehancuran.
Hal ini dapat dilihat dari:
- Mulai berkurangnya masyarakat yang menggunakan jasa PT. Pos.
- Semakin murahnya kompetitor secara tidak langsung PT. Pos, seperti ISP (Internet Service Provider) dan Operator Telekomunikasi (GSM atau CDMA).
- Tingginya biaya operasional PT. Pos, dimana seperti yang kita ketahui PT. Pos memiliki kantor cabang yang berada di setiap kabupaten dan kecamatan.
- Tidak adanya diferensiasi bisnis yang dilakukan oleh PT. Pos.
- Resiko pengiriman surat memakan proses dan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan penggunaan SMS atau email.
Ada beberapa usulan langkah-langkah binis dan diferensiasi bisnis yang mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan PT. Pos untuk dijadikan core bisnis mereka dikemudian waktu nanti.
- Membangun kembali Image Perusahaan secara keseluruhan dan total, hal ini untuk menghilangkan persepsi masyarakat akan hal-hal negatif yang menempel pada PT. Pos.
- Intenet keliling (dengan menggunakan mobil).
- Membangun fasilitas Deposit Box bagi masyarakat diluar kota besar di Indonesia.
- Membangun bisnis dengan menggunakan Information and Communication Technolgy (ICT).
- Pengiriman benda hidup, seperti binatang piaraan atau tumbuhan.
- Melakukan persaingan dengan kompetitor PT. Pos Indonesia, secara harga, kualitas, dan pelayanannya.
- Pengiriman dan percetakan foto on-line. (Akan saya jabarkan di lain waktu di Business Idea).
Mungkin sedikit paparan diatas dapat sedikit membantu PT. Pos Indonesia untuk melakukan langkah-langkah perubahan arah bisnisnya sehingga terhindar dari kehancuran.













