//
you're reading...
Mind Share

Ponari, sebuah fenomena mahalnya biaya kesehatan di Indonesia

ponarisweat1ez73Seperti yang saat ini menjadi berita utama baik dimedia cetak ataupun dimedia televisi, ada seorang bocah kelas III SD dapat menyembuhkan semua jenis penyakit hanya dengan menyelupkan sebuah batu ajaib kedalam air, dan air tersebut diminum oleh pasien. Hal ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ribuan orang siap mengantri untuk mendapatkan sebuah pengobatan murah meriah dengan berkorban tenaga, waktu, dan sedikit uang.

Kalau saya melihat fenomena ini terjadi karena mahalnya biaya kesehatan dan obat yang sekarang ada di Indonesia. Para kaum miskin saat ini sangatlah sulit untuk membayar biaya kesehatan yang sedemikian besar. Mereka hanya mampu membayar 5 ribu rupiah saja bukannya 50 ribu rupiah. Para kaum miskin di Indonesia sangatlah bersyukur dengan adanya Ponari. Mereka menganggap bocah ini dapat menyembuhkan segala jenis penyakit dengan biaya yang sangat murah (semampunya).

Seharusnya sebagai pemerintah khusus nya departemen kesehatan melihat ini merupakan sebuah pukulan yang kuat bagi dunia kesehatan di Indonesia. Sebagian besar kaum miskin tidak percaya dengan dokter dengan biaya yang sedemikian mahal. Saya menganggap Indonesia gagal dalam memberikan kesehatan kepada rakyatnya. Malu dong pak pemerintah. Dimana seharusnya setiap orang yang hidup di Indonesia baik itu kaya atau miskin berhak mendapatkan kesehatan yang sudah menjadi tanggung jawab dari pemerintah untuk memakmurkan rakyatnya.

Biaya obat dan dokter mahal di Indonesia sesuai dengan mahalnya biaya kuliah untuk menjadi dokter. Kenapa sih tidak ada dokter yang kayak Ponari yang mau bekerja sedemikian kerasnya untuk penyembuhan pasiennya ? Kenapa sih tidak ada dokter yang mau memberikan pelayanan kesehatan dengan biaya semampunya ?

Jangan kalah dong dokter di Indonesia, mana tanggung jawabmu sebagai sang penolong kepada rakyat miskin dan tidak mampu ? Kemana kah engkau doter ?

Salut buat Ponari, saya harap biaya kesehatan di Indonesia dapat lebih murah lagi (seperti biaya pengobatan Ponari). Kesehatan sudah menjadi barang komersil dan mahal di Indonesia.

Semoga ada dokter-dokter di Indonesia yang berjiwa besar seperti bocah dari Jombang ini.

SocialTwist Tell-a-Friend

About chandil

Just an ordinary person who want to conquer the world

Diskusi

2 thoughts on “Ponari, sebuah fenomena mahalnya biaya kesehatan di Indonesia

  1. DI TENGAH BURUK DAN MAHALNYA BIAYA KESEHATAN

    Ketika pelayanan kesehatan buruk dan tak kunjung menyembuhkan luka yang dalam, hanya mendung yang menemani pilu dan getir ini, aku hanya bisa parah bersujud di langit-langit pengharapan.

    Hari-hari aku lewati terasa bagai malam tak berkesudahan tanpa adanya suatu kesembuhan. Sementara, mahalnya biaya kesehatan semakin menekan dan menghimpit kehidupanku. Aku hanya bisa terbaring lemas di bawah bayang di tengah terik matahari.

    Berhari-hari, hingga berminggu-minggu aku menderita sakit, berbagai obat kugunakan, namun tiada satupun yang membawa kesembuhan. Aku meraung-raung kesakitan. Hingga akhirnya dewata mengilhamkan kepadaku, Ku dengar sayup-sayup suara-Nya bahwa hanya batu bertuahlah yang sanggup mengobati lukaku.

    Karena di dorong oleh rasa ingin mendapatkan kesembuhan, walaupun di luar akal sehat, bergegas aku mematuhi, menuju tempat itu…………………

    ………………………..

    ………………………..

    Itulah kisah malang hidupku, bermunajat mendapat kesembuhan di tengah buruknya pelayanan kesehatan dan mahalnya ongkos pengobatan.

    SUMBER:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Posted by redaksi | Februari 18, 2009, 5:22 am
  2. Hidup sehat sangatlah penting

    Posted by Host Mp3 | Juli 21, 2010, 6:28 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: